Kok Jadi Fanatisme LIPIA? (bag. 1) | www.ustsarwat.com Catatan

Kok Jadi Fanatisme LIPIA? (bag. 1)
Tue, 9 Apr 2013 - 13351

Siapa saja yang rajin mengikuti postingan saya di FB pasti tahu bahwa banyak sekali tulisan saya terkesan memuja-muja LIPIA. Seolah-olah terkesan pintu untuk bisa jadi ulama hanya lewat LIPIA.

Maka ada saja yang komen bahwa untuk jadi ulama tidak harus lewat LIPIA, bisa saja lewat pengajian, majelis taklim, atau masuk pesantren dengan kiyai yang mumpuni.

Saya mahfum dengan kesan ini. Oleh karena itulah maka saya tulis sekali lagi tema yang sama, kali ini saya ingin lebih fokus ke LIPIA.

Keunikan LIPIA

Pertama : Gratis

Uniknya LIPIA pasti sudah banyak yang tahu, yaitu nomor satu kampus itu gratis dan malah mahasiswanya dibayar 200 riyal Saudi per bulan (walaupun seringkali pakai acara telat).

Kedua : Kampus Bertaraf International.


Kalau kita kuliah di LIPIA, sebenarnya sama saja kita kuliah di luar negeri. Bedanya, tempatnya tetap di Indonesia. Tetapi kurikulum, dosen pengajar, literatur, bahkan jadwal perkuliahaan dan liburan, semua diatur langsung dari Saudi.

Pengajarnya juga dari Saudi Arabia yang tidak bisa bahasa Indonesia. Kadang ada juga dari Mesir, Sudan, Suriah, Somalia, Iraq, Jordan dan negeri Arab lainnya.

Ketiga : Penguatan Sisi Bahasa Arab


Untuk bisa masuk ke jenjang kuliah S-1, seorang calon mahasiswa disyaratkan telah lulus beberapa program sebelumnya, yaitu program persiapan bahasa (i`dad lughawi) dan persiapan Universitas (takmili).

Meski cuma program persiapan bahasa, namun bentuknya kuliah juga, sama nantinya dengan kuliahS-1. Program persiapan bahasa berjumlah 4 semester atau dua tahun. Perkuliahannya dimulai sejak jam 07.00 s/d 12.00, seminggu 5 hari kerja, dari hari Senin sampai hari Jumat.

Yang menarik, untuk bisa diterima di bangku kuliah persiapan bahasa, seorang calon mahasiswa harus bersaing dengan calon lainnya. Di zaman saya kuliah dulu, dari dua kelas yang tersedia, sekitar 80 kursi, jumlah yang memperebutkannya sampai 1.500-an orang.

Nah, kekuatan bahasa Arab ini tidak saya temukan kalau mahasiswa kuliah di negeri Arab sekalipun, semacam Al-Azhar, Madinah dan sebagainya.

Keempat : Fakultas Syariah Jurusan Perbandingan Mazhab


Memang benar bahwa LIPIA sering diidentikkan dengan kampus wahabi, lantaran banyak kader-kader wahabi plus salafi yang menisbahkan dirinya ke LIPIA.

Padahal kalau kita bedah isinya, ternyata LIPIA itu justru merupakan fakultas syariah jurusan perbandingan mazhab. Konten materi yang diajarkan justru merujuk kepada mazhab-mazhab yang empat itu, plus pendapat para fuqaha yang cukup beragam.

Bahkan dosen yang salafi bisa dihitung dengan jari, selebihnya mereka justru berfiqih ria dan bermazhab, bahkan ada yang tegas menyatakan kesyafi'iyannya. Dan yang tegas-tegas membela akidah Al-Asy'ari dan Al-Maturidi pun juga ada.

Pelajaran 'kewahabian' tidak jadi kurikulum baku, kecuali sekedar sejarah Syiekh Muhammd bin Abdul Wahhab saja dalam mata kuliah Da'awat. Kalau kita di Indonesia, kira seperti mata kuliah Pancasila, PKN atau penataran P4 di jaman dulu.

Yang paling fenomenal buat saya pribadi adalah mata kuliah ushul fiqih. Ini materi yang nyaris jarang-jarang diajarkan di pesantren kita. Ahli ushul fiqih bergelar doktor profesor di negeri ini pun bisa dihitung sebelah jari. Nah, di LIPIA, kita belajar ushul fiqih nyaris hampir tiap hari.

Kelima : Kurikulum Padat


Kuliah di LIPIA berarti kita punya kurikulum yang cukup padat dan lengkap, memenuhi standar gizi minimal buat calon ulama.

Di Fakultas Syariah, nyaris semua cabang ilmu keIslaman diajarkan. Ada mata kuliah Fiqih yang berjumlah 40 SKS, sehingga setiap hari ada mata kuliah itu, sejak dari semester 1 sampai semester 8. Kitab yang dipakai adalah kitab fenomenal Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtasid karya Ibnu Rusyd Al-Hafid.

Ada mata kuliah Ushul Fiqih yang berjumlah 32 SKS sehingga dalam seminggu ada 4 hari mata kuliah itu diajarkan. Kitabnya cukup bikin mumet, yaitu Raudhatun Nadhir.

Ada juga mata kuliah Tafsir yang berjumlah 20 SKS dan tiga hari seminggu diajarkan. Kitabnya adalah Fathul Qadir karya Asy-Syaukani.

Ada Hadits Ahkam jumlah SKS-nya sama Tafsir (20 SKS). Kitabnya adalah Subulus Salam karya Ash-Shan`ani. Kitab ini adalah syarah (penjelasan) dari kitab Bulughul Maram.

Masih juga ada mata kuliah Nahwu yang berjumlah 24 SKS. Kitabnya Audhahul Masalik yang merupakan syarah dari matan Alfiyah Ibnu Malik.

Juga ada mata kuliah Al-Quran yang intinya tahsinut tilawah dan tahfidz. SKS-nya 12, targetnya sampai lulus S-1, kita menghafal 8 juz Al-Quran.

Selain itu juga ada mata kuliah Qawaid Fiqhiyyah4 SKS, Faraidh8 SKS, Teks Sastra 4 SKS, Balaghah 2 SKS, Ushul Tarbiyah 2 SKS, Tarbiyah Islamiyah 2 SKS, Metodologi Mengajar 4, Ilmu Jiwa-Jiwa SKS, Riset 4 dan Kultur Islam 4 SKS.

Jadi totalnya 200 SKS. Lebih banyak dari umumya kuliah S-1 di negeri kita yang umumnya hanya sekitar 150-an SKS.

- bersambung berikutnya : (Beberapa Kelemahan LIPIA) -

 

baca lainnya :


  • Debat Tanpa Adab Mon, 8 Apr 2013 - 6085
  • Yang Berguguran Sebelum Kuliah Mon, 8 Apr 2013 - 5941
  • Yang Berguguran Setelah Kuliah Sat, 6 Apr 2013 - 5914
  • Yang Berguguran di Jalan 'Kuliah' Sat, 6 Apr 2013 - 4945
  • Ngebet Ingin Dakwah, Tetapi Tidak Ngebet Belajar Ilmu Syariah Sat, 6 Apr 2013 - 5792

     

     

     

  •  
    Jadwal Kajian
    « Sept 2014 »
    A S S R K J S
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930

    Ahad, 21 Sept 2014
    08:00-09:00

    Jatibening Baitul Jabbar
    Senin, 22 Sept 2014
    12:00-13:00

    Hotel Sultan
    Selasa, 23 Sept 2014
    12:00-13:00

    Masjid Astra
    12:00-13:00

    Rajawali Corpora, Mega Kuningan
    20:00-21:00

    MT. Darul Arqam
    Rabu, 24 Sept 2014
    12:00-13:00

    IKPT
    20:00-21:30

    MTDU Malam Kamis
    Kamis, 25 Sept 2014
    12:00-13:00

    BPHN
    Jumat, 26 Sept 2014
    12:00-13:00

    Tazkia Sentul Masjid
    Masjid Tazkia Sentul
    Sabtu, 27 Sept 2014
    05:00-06:00

    Masjid Al-Musyawaroh Klp. Gading
    19:30-21:00

    Nuansa Asri Cipadu, TangSel
    Senin, 29 Sept 2014
    12:00-13:00

    Pajak Tebet


    viewed | total 2204294 views