Hukum Lelang | www.ustsarwat.com Catatan

Hukum Lelang
Sat, 20 Feb 2010 - 18013

Di dalam literatur fiqih, lelang dikenal dengan istilah muzayadah. Muzayadah sendiri berasal dari kata ziyadah yang artinya bertambah. Muzayadah berarti saling menambahi. Maksudnya, orang-orang saling menambahi harga tawar atas suatu barang. Dan sebagaimana kita tahu, dalam prakteknya dalam sebuah penjualan lelang, penjual menawarkan barang di kepada beberapa calon pembeli. Kemudianpara calon pembeli itu saling mengajukan harga yang mereka inginkan. Sehingga terjadilah semacam saling tawar dengan suatu harga. Penjual nanti akan menentukan siapa yang memang, dalam arti yang berhak menjadi pembeli. Biasanya pembeli yang ditetapkan adalah yang berani mengajukan harga tertinggi. Lalu terjadi akad dan pembeli tersebut mengambil barang dari penjual. Hukum Lelang Ada pendapat ulama yang membolehkan hukum lelang, tapi ada juga yang memakruhkannya. Hal itu karena memang ada beberapa sumber hukum yang berbeda. Ada hadits yang membolehkannya dan ada yang tidak membolehkannya. 1. Yang Membolehkan Yang membolehkan lelang ini adalah jumhur (mayoritas ulama). Dasarnya adalah apa yang dilakukan langsung oleh Rasulullah SAW di masa beliau hidup. Ternyata beliau juga melakukan transaksi lelang dalam kehidupannya. Di antara hadits yang membolehkannya antara lain : عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَجُلًا مِنْ الْأَنْصَارِ جَاءَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْأَلُهُ فَقَالَ لَكَ فِي بَيْتِكَ شَيْءٌ قَالَ بَلَى حِلْسٌ نَلْبَسُ بَعْضَهُ وَنَبْسُطُ بَعْضَهُ وَقَدَحٌ نَشْرَبُ فِيهِ الْمَاءَ قَالَ ائْتِنِي بِهِمَا قَالَ فَأَتَاهُ بِهِمَا فَأَخَذَهُمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ ثُمَّ قَالَ مَنْ يَشْتَرِي هَذَيْنِ فَقَالَ رَجُلٌ أَنَا آخُذُهُمَا بِدِرْهَمٍ قَالَ مَنْ يَزِيدُ عَلَى دِرْهَمٍ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا قَالَ رَجُلٌ أَنَا آخُذُهُمَا بِدِرْهَمَيْنِ فَأَعْطَاهُمَا إِيَّاهُ وَأَخَذَ الدِّرْهَمَيْنِ فَأَعْطَاهُمَا الْأَنْصَارِيَّ

 

Dari Anas bin Malik ra bahwa ada seorang lelaki Anshar yang datang menemui Nabi saw dan dia meminta sesuatu kepada Nabi saw. Nabi saw bertanya kepadanya,”Apakah di rumahmu tidak ada sesuatu?” Lelaki itu menjawab,”Ada. Dua potong kain, yang satu dikenakan dan yang lain untuk alas duduk, serta cangkir untuk meminum air.” Nabi saw berkata,”Kalau begitu, bawalah kedua barang itu kepadaku.” Lelaki itu datang membawanya. Nabi saw bertanya, ”Siapa yang mau membeli barang ini?” Salah seorang sahabat beliau menjawab,”Saya mau membelinya dengan harga satu dirham.” Nabi saw bertanya lagi,”Ada yang mau membelinya dengan harga lebih mahal?” Nabi saw menawarkannya hingga dua atau tiga kali. Tiba-tiba salah seorang sahabat beliau berkata,”Aku mau membelinya dengan harga dua dirham.” Maka Nabi saw memberikan dua barang itu kepadanya dan beliau mengambil uang dua dirham itu dan memberikannya kepada lelaki Anshar tersebut… (HR Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa`i, dan at-Tirmidzi) Hadits ini menjadi dasar hukum dibolehkannya lelang dalam syariah Islam. Lantaran Nabi SAW sendiri mempraktekkannya. Sehingga tidak ada alasan untuk mengharamkannya. Kebolehan transaksi lelang ini dikomentari oleh Ibnu Qudamah sebagai sesuatu yang sudah sampai ke level ijma` (tanpa ada yang menentang) di kalangan ulama. 2. Yang Memakruhkan Namun ternyata ada juga ulama yang memakruhkan transaksi lelang. Di antaranya Ibrahim an-Nakha`i. Beliau memakruhkan jual beli lelang, lantaran ada dalil hadits dari Sufyan bin Wahab bahwa dia berkata, سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم نهى عن بيع المزايدة Aku mendengar Rasulullah saw melarang jual beli lelang. (HR Al-Bazzar). Sedangkan Ibnu Sirin, Al-Hasan Al-Basri, Al-Auza`i, Ishaq bin Rahawaih, memakruhkannya juga, bila yang dilelang itu bukan rampasan perang atau harta warisan. Maksudnya, kalau harta rampasan perang atau warisan itu hukumnya boleh. Sedangkan selain keduanya, hukumnya tidak boleh atau makruh. Dasarnya adalah hadits berikut ini : عن ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا : نَهَى رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَبِيعَ أَحَدُكُمْ عَلَى بَيْعِ أَحَدٍ حَتَّى يَذَرَ إِلاَّ الْغَنَائِمَ وَالْمَوَارِيثَ Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAw melarang seseorang di antara kalian membeli sesuatu yang sedang dibeli oleh saudaranya hingga dia meninggalkannya, kecuali rampasan perang dan waris. Sayangnya, banyak yang mengkritik bahwa keuda hadits di atas kurang kuat. Dalam hadits yang pertama terdapat perawi bernama Ibnu Luhai’ah dan dia adalah seorang rawi yang lemah (dha`if). Sedangkan hadits yang kedua, Ibnu Hajar Al-Asqalani mengatakan hadits itu dhaif. (Lihat Fathulbari 4 : 354) Untuk itu, menurut jumhur ulama, kesimpulannya masalah lelang ini dibolehkan, asalkan memang benar-benar seperti yang terjadi di masa Rasulullah SAW. Artinya, lelang ini tidak bercampur dengan penipuan, atau bercampur dengan trik-trik yang memang dilarang. Wallahu a`lam bishshawab, wassalamu`alaikum wr wb. Ahmad Sarwat, Lc

 

baca lainnya :


  • Nikah Siri : Solusi Atau Intimidasi? Thu, 18 Feb 2010 - 24885
  • Wakaf Buku Fiqih Mawaris, Mau? Sat, 13 Feb 2010 - 20014
  • Dengar Ceramah HAMKA di Youtube Fri, 12 Feb 2010 - 20410
  • Kitab Online Hasil Scan = Bajakan? Wed, 10 Feb 2010 - 26613
  • Pelatihan Dasar Faraidh (PDF) di DU CENTER Fri, 22 Jan 2010 - 17393

     

     

     

  •  
    Jadwal Kajian
    « Agt 2014 »
    A S S R K J S
         12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31

    Jumat, 1 Agt 2014
    12:00-13:00

    Darussalam Masjid
    Darussalam ? (tgl merah)
    Sabtu, 2 Agt 2014
    04:00-05:00

    Masjid An-Nasr STAN Bintaro
    Selasa, 5 Agt 2014
    07:30-08:30

    Kanwil DPJ
    12:00-13:00

    Huawei KOKAS
    Rabu, 6 Agt 2014
    12:00-13:00

    Astra Agro
    Kamis, 7 Agt 2014
    12:00-13:00

    Indosat Wisma Antara
    Jumat, 8 Agt 2014
    12:00-13:00

    Masjid Juanda
    Senin, 11 Agt 2014
    12:00-13:00

    Pajak Kalibata
    Selasa, 12 Agt 2014
    12:00-13:00

    Masjid Astra
    Rabu, 13 Agt 2014
    12:00-13:00

    Indonesia Power Petamburan
    17:00-18:00

    United Tracktor
    Kamis, 14 Agt 2014
    12:00-13:00

    Telkomsel Wisma Mulia
    17:00-18:00

    Masjid Alatif Pasaraya Blok M
    Jumat, 15 Agt 2014
    12:00-13:00

    Astra Agro
    Astra Agro
    19:15-21:00

    Al-Azhar Kebayoran
    Ahad, 17 Agt 2014
    08:00-09:00

    Jatibening Baitul Jabbar
    Senin, 18 Agt 2014
    12:00-13:00

    KPK
    Selasa, 19 Agt 2014
    12:00-13:00

    Huawei KOKAS
    12:00-13:00

    Pajak Tebet
    Rabu, 20 Agt 2014
    12:00-13:00

    Bea Cukai Priok
    Kamis, 21 Agt 2014
    12:00-13:00

    MTXL
    Jumat, 22 Agt 2014
    12:00-13:00

    Jak-TV
    Jak-TV
    Sabtu, 23 Agt 2014
    05:00-06:00

    Masjid Al-Musyawaroh Klp. Gading
    07:30-11:00

    FHI Bintaro
    Senin, 25 Agt 2014
    12:00-13:00

    Masjid Astra
    12:00-13:00

    Hotel Sultan
    Selasa, 26 Agt 2014
    07:30-09:00

    Lintas Artha
    12:00-13:00

    Masjid Astra
    Rabu, 27 Agt 2014
    12:00-13:00

    IKPT
    Kamis, 28 Agt 2014
    12:00-13:00

    Artajasa
    Jumat, 29 Agt 2014
    12:00-13:00

    Kemenlu Pejambon
    Khutbah Jumat Kemenlu Pejambon


    viewed | total 2085219 views