Di rubrik ini tersimpan 1.649 soal tanya jawab tentang syariah Islam dokumentasi tulisan Ahmad Sarwat, Lc. Terbagi menjadi 15 kategori sebagaimana tertulis di bawah ini.
Silahkan mengambil manfaat dari tulisan-tulisan ini, selain mengamalkannya juga mengajarkannya serta menyebarkannya. Mohon cantumkan sumber tulisan ini
agar memudahkan siapa saja untuk merujuk kepada penulisnya...
About me 15 Ceramah 8 Fikrah 20 Syariah 11Iblis Liberal Sabtu, - 18:20:54 - 2577 Iblis liberal adalah manusia yang berpikiran liberal, dalam arti mengacak-acak aqidah dan syariah Islam. Modusnya adalah menuduh para ulama itu sesat dan rancu, bahkan tidak jarang mereka tega mencaci maki para shahabat nabi ridhwanullahi alaihim. Sudah tidak terhitung mereka merusak pemahaman Al-Quran yang secara sengaja diselewengkan.
Kita hanya bisa memandang kasihan kepada saudara-saudara kita yang terkontaminasi paham sesat liberal. Mereka masih sangat muda, bahkan tidak sedikit dari mereka yang sebenarnya mahasiswa pandai dan berprestasi. Tapi sayang sekali mereka masih terlalu lugu dan mudah dikibuli oleh senior mereka sendiri.
Apa lacur, melihat profesor Yahudi saja sudah jatuh terkagum-kagum. Dalam otak mereka seolah yang mengerti sejarah dan syariah itu hanya guru mereka yang orientalis itu. Padahal justru guru mereka masih itu belajar mengeja, ilmunya dangkal, karena itu mereka sangat tidak layak didengar apalagi diikuti.
Bagaimana mereka bisa mengklaim bahwa diri mereka adalah ilmuwan atau peneliti, kalau baca sejarah saja hanya dari buku terjemahan? Seharusnya mereka malu dengan gelar-gelar yang memberhala.
Sayangnya, asesoris gemerlap itu sempat menyilaukan banyak mahasiswa muslim kita, terutama di perguruan tinggi Islam sendiri. Dan akhirnya, tidak sedikit di antara mereka yang tergiur lalu ikutan mencoba. Apalagi ketika diiming-imingi bea siswa ke luar negeri, pasti mereka tidak melewatkannya dan sangat bangga.
Dalam alam berpikir mereka, kalau sampai ada mahasiswa Islam disekolahkan ke Amerika, Eropa atau Australia, itu sudah puncak cita-cita. Nanti pulang bisa berbahasa Inggris cas-cis-cus sambil memamerkan gelar PHd-nya.
Padahal yang sesungguhnya terjadi tidak lain hanyalah proses `cuci otak total` kemudian ketika pulang para korban itu bisa mengoceh aneh tentang agama dan syariah. Dan sudah pasti nyeleneh dan sesat.
Sayyid Qutub Pernah Ditargetkan
Tidak tanggung-tanggung, di Mesir dahulu ada Sayyid Qutub yang diberi bea siswa ke Amerika. Beliau seorang mahasiswa jenius, pandai dan sangat berprestasi. Modusnya sama dengan yang dialami mahasiswa kita, diberi bea siswa ke Amerika untuk menjalani cuci otak.
Tetapi rupanya Allah SWT Maha Kuasa, alih-alih tercuci otaknya, Sayyid Qutub justru mampu mematahkan semua argumen para orientalis itu. Bahkan beliau malah pulang ke negerinya dan bergabung dengan pergerakan Al-Ikhwan Al-Muslimun. Saking kesalnya melihat kegagalan operasi mereka pada tokoh yang satu ini, kekuatan konspirasi barat itu akhirnya bekerja sama dengan penguasa Mesir untuk menangkap beliau dan pada akhirnya menjatuhkan hukuman mati. Beliau pun syahid menghadap Allah SWT dengan meninggalkan karya-karya gemilang.
Tapi bagaimana dengan mahasiswa Indonesia? Adakah merekamampu bersikap seperti Sayyid Qutub? Bisakah mereka diberangkatkan ke Amerika nun jauh di sana, tapi kemudian malah mematahkan argumentasi profesor bejat di sana? Adakah di antara mereka yang bisa tetap menegakkan kepala di depan para profesor Yahudi kafir itu, tanpa harus mereka malu, minder dan bodoh pada agamanya?
Rasanya kita masih harus kecewa untuk urusan satu ini. Sebab yang terjadi justru sebaliknya, setiap kali ada mahasiswa kita yang pulang dari Amerika belajar agama, pasti jadi dedengkot pemikiran sesat liberalisme. Mereka tidak lain hanya budak-budak yang telah dibeli otak, jiwa dan hatinya. Sungguh-sungguh memprihatinkan.
Masih berapa banyak lagi yang akan menyusul bisikan iblis-iblis liberal.
terkait