muka | cv | photo | video | places | 1649 | download | kampussyariah

Konsultasi Ustadz Menjawab


judul
soal
jawaban
Di rubrik ini tersimpan 1.649 soal tanya jawab tentang syariah Islam dokumentasi tulisan Ahmad Sarwat, Lc. Terbagi menjadi 15 kategori sebagaimana tertulis di bawah ini.

Silahkan mengambil manfaat dari tulisan-tulisan ini, selain mengamalkannya juga mengajarkannya serta menyebarkannya. Mohon cantumkan sumber tulisan ini agar memudahkan siapa saja untuk merujuk kepada penulisnya...

  Aqidah [174]


  Al-Qur`an [66]

  Hadits [83]

  Ilmu Fiqih [44]

  Thaharah [79]

  Shalat [167]

  Zakat [46]

  Puasa [67]

  Haji [33]

  Muamalat [80]

  Pernikahan [172]

  Mawaris [80]

  Makanan [68]

  Daulah [84]

  Fiqih Kontemporer [142]

  Umum [254]

About me 15 Ceramah 8 Fikrah 20 Syariah 11

Print On Demand (Cetak Buku Sebiji)
Ahad, - 17:22:56 - 2522
Kenapa tanya jawab syariah nggak dibukukan, ustadz. Itu adalah pertanyaan -atau mungkin permintaan- yang sudah sejak zaman dahulu saya dengar. Tulisan yang pernah saya buat memang sudah berkali-kali diminta orang untuk dibuatkan menjadi buku.

Dan bukannya tidak pernah, beberapa buku memang pernah saya luncurkan. Fiqih Ramadhan misalnya, sudah dicetak berkali-kali. Juga ada Fiqih Akhawat yang khusus bicara tentang para aktifis dakwah wanita dengan segala urusan fiqihnya.

Tapi masalahnya dibandingkan dengan buku laris manis macam `Ketika Cinta Bertasbih`, buku-buku syariah memang tergolong buku yang sangat dihindari oleh penerbit. Para penerbit biar bagaimana pun manusia juga yang berharap keuntungan dari mencetak buku.

Kalau ada buku yang belum jelas pasti laris manis di pasaran, pasti akan berhitung panjang kali lebar terlebih dahulu. Semua penerbit pasti bicara sirkulasi dan budget. Maka ketika mendapatkan naskah yang belum yakin akan laris, berhati-hati adalah kecendrungan yang pasti.

Sebab bicara cetak buku, ada angka 3.000 exp yang menjadi momok besar. Kalau dicetak kurang dari jumlah itu, harganya sangat tidak menarik. Tapi mencetak 3.000 exp juga bukan masalah sederhana. Berapa banyak orang yang akan beli, berapa lama lakunya, berapa lama uangnya kembali dan seterusnya. Semua adalah pertanyaan awal yang harus dijawab terlebih dahulu.

Print On Demand

Tapi sekarang masalah itu sudah tidak lagi jadi kendala. Karena sudah ada teknolog baru yang bernama Printing on Demand (POD), yang memungkinkan mencetak buku dengan jumlah eksemplar sesuai kebutuhan.

Kalau di Amrik sana, sebenarnya teknik ini sudah lama dijalankan, konon sejak tahun 1988 sudah pernah dipamerkan. Tapi di negeri kita, teknologi ini kelihatannya baru saja dimulai.

Berbeda dengan mesin offset yang mencetak 3.000 eksemplar sekali cetak untuk mendapatkan nilai ekonomis, POD memungkinkan mencetak bahkan hanya satu eksemplar. Ini karena POD menggunakan sistem digital printing yang tidak memerlukan film dan pelat cetakan, seperti halnya offset.

Sebelumnya langkah mencetak buku cukup panjang, mulai print film atau foto, terus membuat pelat cetakan, memilah hasil cetakan, merapikan halaman, melipat, menjilid, dan kontrol akhir.

Tapi kalau pakai cara POD, naskah yang sedang ditulis komputer, asalkan sudah disave menjadi pdf, bisa langsung dicetak dengan halaman yang sudah urut, berikut sampul bukunya. Yang menarik, cetak cara ini bisa sekaligus memanfaatkan internet, sehingga kita bisa mencetak jarak jauh.

Naskah buku yang saya tulis di Jakarta ini bisa saat ini juga didownload oleh pencetak di Bandung, begitu selesai, terus dikirim pakai paket ke Jakarta. Besok pagi saya sudah menerima 1 eks buku saya sendiri rumah.

Kalau mau datang sendiri sebenarnya malah bisa ditunggu, karena hanya butuh beberapa jam hingga maksimal satu hari, tergantung banyak eksemplar yang dicetak.

Yang bikin tambah semangat adalah jika ada kesalahan ejaan atau redaksional, bahkan pada meski sudah pada detik-detik terakhir, masih bisa diperbaiki. Padahal dengan cara kuno (baca: mesin offset), kesalahan secuil itul berarti harus mengganti film dan pelat baru.

Manfaat Buat Saya

Manfaaat yang paling saya rasakan dari POD ini adalah saya bisa mencetak buku yang tidak dijual di Indonesia. Misalnya kitab Al-Mausuah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah. Semua toko kitab yang saya pernah datangi selalu menggeleng, ketika saya tanya apa mereka menjualnya.

Bukan apa-apa, kitab itu memang lumayan mahal karena jumlahnya sampai 45 jilid. Isinya memang berupa Ensiklopedi Fiqih paling lengkap yang pernah dibuat sepanjang 14 abad ini. Kalau Ibnu Taimiyah pernah nulis Majmu` Fatawa 37 jilid yang berisi semua hanya pendapat beliau pribadi, maka Ensiklopedi ini berisi seluruh pendapat fiqih dari sekian banyak mazhab, lengkap dengan rujukan ke buku aslinya.

Sebenarnya saya sudah lama memiliki Ensiklopedi ini dalam bentuk software Maktabah Syamilah atau pun dalam bentuk file PDF. Tapi tetap saja yang namanya baca kitab akan lebih nyaman kalau kitabnya kitab betulan.

Sayangnya, ya itu tadi. Di Indonesia tidak ada yang jual. Sekali ada yang menawarkan, harganya nyaris berlipat ganda dari harga aslinya. Tapi kalau pun saya nekad terbang ke Mesir beli langsung di pameran buku (ma`radh) yang biasanya berlangsung bulan Pebruari tiap tahun, terus gimana membawa pulangnya? Bagasi pesawat yang maksimal 20 kg pasti tidak bisa menampung. Kelebihan bagasi perkilo kadang dikenakan harga yang tidak masuk akal.

Maka solusinya ya POD. Saya cukup minta percetakan untuk mendowload sendiri ke-45 kitab yang memang tersedia di internet, lalu mereka print, jilid, dan kirim ke rumah saya. Saya tinggal transfer uangnya via bank dan selesai. Harganya jauh lebih murah kemana-mana dari pada terbang langsung ke Cairo.

Manfaat Buat Penulis

POD juga bermanfaat bagi penulis buku yang mungkin bukunya sering ditolak penerbit. Mereka bisa mencetak buku dengan jumlah eksemplar sesuai kemampuan kantung, lalu coba dititipkan ke toko buku, atau dijual sendiri lewat jaringan online maupun offline. Tinggal ketik rapi, beri ilustrasi sampul, simpan dalam format PDF, kirim atau bawa ke penerbit yang telah memiliki mesin POD, dan jadilah buku. Bahkan buku-buku yang jarang ada beli, tetap bisa diprint sesuka hati tanpa takut mengalami kerugian.

Saya sendiri pernah mengalami kerugian besar, ketika mencetak buku dengan nilai berpuluh juta, ternyata bukunya tidak laku dan masih menggunung di gudang. Percetakaan tidak mau tahu, pokoknya saya harus bayar. Akibatnya, saya harus merogoh kocek yang lebih dalam untuk melunasi hutang. Dan gudang saya penuh buku yang tidak laku dijual karena bagain pemasarannya amburadul.

Maka ke depan, apa yang pernah saya tulis di internet berupa tanya jawab syariah, kemungkinan besar akan saya cetak dengan cara POD. Pemesanan bisa dilakukan dengan cara online lewat halaman web, tinggal isi form, masukkan alamat pengiriman, transfer uangnya dan terima bukunya.

Tidak perlu ribut-ribut urusan stok buku di gudang yang menggunung, tidak perlu bayar percetakan yang menghabiskan dana berjuta. Begitu ada yang butuh buku saya, buku segera dibuat (diprint maksudnya) dan dikirim. Selesai dan beres !!!



terkait

sebelumnya





Kirim Undangan

Jadwal Kajian

« Juli 2010 »
A S S R K J S
    123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
Sabtu, 31 Jul 2010
09:00-11:00
Kajian Terbatas : Fikih Ikhtilaf
Kajian Fikih Ikhtilaf : (diatur untuk beberapa kali Sabtu Dhuha)
20:00-21:00
Siaran Radio Belanda