muka | cv | photo | video | places | 1649 | download | Quran | kampussyariah
Sebentar lagi buku serial Syariah & Kehidupan bisa didownload gratis di situs ini sebagai buku wakaf. Direncanakan akan terdiri dari 21 jilid versi PDF yang berisi soal tanya jawab tentang syariah Islam karya Ahmad Sarwat, Lc.

Anda juga dapat melakukan searching langsung untuk mendapatkan soal-jawab yang dibutuhkan disini :


judul
soal
jawaban
Atau anda bisa membaca berdasarkan 16 kategori yang tersedia :

  1. Aqidah [159]


  2. Quran [65]

  3. Hadits [83]

  4. Fiqih [44]

  5. Thaharah [78]

  6. Shalat [167]

  7. Zakat [46]

  8. Puasa [67]

  9. Haji [35]

  10. Muamalat [80]

  11. Nikah [169]

  12. Mawaris [79]

  13. Kuliner [64]

  14. Negara [84]

  15. Kontemporer [129]

  16. Umum [245]

About me 15 Ceramah 8 Fikrah 25 Syariah 13

Mengunjungi Hiroshima (Dakwah ke Jepang bag. 5)
Senin, 05 Mei 2008 - 14:03:49 - 5424
Sejak masih duduk di bangku SD, kita semua pasti sudah mengenal nama kota ini. Benar, inilah kota yang pernah dijatuhkan bom atom oleh pemeritah Amerika di zaman perang dunia kedua. Korban meninggal tidak kurang dari 140 ribu jiwa, belum termasuk yang luka atau menderita akibat terkena radiasi radio aktif. Ustadz Ahmad Sarwat, Lc berkesempatan mengunjungi kota ini dalam rangkaian perjalanan dakwah di Jepang, berikut laporannya :

Jam menunjukkan tepat pukul pukul 08.15, tanggal 6 Agustus 1945. Letkol Paul Warfield Tibbets Jr (30 tahun, pilot pesawat pengebom B-29, menjatuhkan bom atom, `the little boy`'''''''' di atas kota Hiroshima. Sebuah kota berjarak 43 mil arah barat daya Tokyo.

Sekalipun keputusan mengebom atom Hiroshima dan Nagasaki (9 Agustus 1945) ada di tangan Gedung Putih, Tibbets juga ikut menentukan. Dia saat itu bukan hanya pilot. Dia ikut meredesain dan mencoba pengebom B-29 Enola Gay (nama Enola Gay dari nama ibu Tibbets) yang akan membawa bom seberat 9.000 pon itu. Dia juga melatih tim yang akan membawa dan menjatuhkan bom atom.


"Saya menghentikan pembunuhan yang lebih besar,"kilahnya.


Dahsyatnya Bom Atom


AS tak pernah secara resmi minta maaf atas pengeboman Hiroshima dan Nagasaki. Tibbets pun demikian. Namun, dalam memorinya, Tibbets menggambarkan begitu mengerikan dan dahsyatnya bom atom. "Kota itu (Hiroshima) begitu jelas dengan cahaya Matahari, sebelum berubah menjadi api dan asap. Semuanya berubah diselimuti asap dan api," ujar Tibbets.


Tibbets hanya sedikit melihat kerusakan Hiroshima. Namun, dia berada di Nagasaki beberapa pekan setelah bom dijatuhkan. Dia sempat membeli makanan. Juga melihat beberapa penduduk Nagasaki yang menderita.


Tibbets tetap di AU AS hingga pensiun tahun 1966. Dia sempat menerbangkan pesawat pribadi di Eropa. Tibbets yang lahir 23 Februari 1915 di Quincy, Illinois, tadinya diharapkan menjadi dokter. Namun, hanya beberapa tahun di fakultas kedokteran, dia lantas pindah masuk kadet pilot AU tahun 1937.


Saat perang di Eropa, Tibbets melakukan misi pengeboman atas pasukan Nazi Jerman di Eropa dan Aljazair. Dia balik ke AS Maret 1943 untuk mencoba B-29. Pada September 1944, dia diberi tahu soal Proyek Manhattan, proyek bom atom AS.


Selanjutnya, Tibbets terlibat dalam tim yang akan menjatuhkan bom tadi di Jepang. Pada 5 Agustus 1945, Presiden AS Harry Truman setuju. Enola Gay terbang dari Pulau Tinian di Pasifik. Kecuali dirinya, awak pesawat lain tak tahu akan menjatuhkan bom atom. Tibbets pun menjalankan tugasnya. Dan dia tak pernah menyesal atas perbuatannya hingga akhir hayatnya.


Bom Hiroshima Bagi Bangsa Indonesia


Dengan jatuhnya kedua bom atom di Hiroshima dan juga Nagasaki, maka menyerahlah Jepang kepada sekutu (baca :Amerika Serikat). Saat itu tentara Jepang memang sedang menjajah negeri kita.


Diperkirakan apabila kekejaman tentara Jepang sedikit lebih lama lagi, kemungkinan bangsa Melayu yang tinggal tulang dibalut kulit saat itu akan mengalami kematian massal dan kelaparan, walaupun penjajahan hanya berlangsung 3,5 tahun.

Sebelas hari setelah bom atom melumat Hiroshima dan delapan hari setelah bom atom menghancurkan Nagasaki, rakyat Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Setelah sebelumnya para pemuda menculik Bung Karno ke Rengas Dengklok, untuk memintanya memproklamirkan negara Indonesia.

Secara tidak langsung, jatuhnya bom atom di Jepang memberikan kesempatan bagi lahirnya negara Indonesia. Meski tidak bisa dikatakan sebagai penyebab utama. Setidaknya, bom atom itu menjadi hikmah tersendiri buat bangsa Indonesia. Mereka bisa pada akhirnya lepasnya belenggu kekejaman tentara jepang yang telah merampas hampir seluruh harta benda yang dimiliki penduduk.





terkait

sebelumnya





Kirim Undangan

Jadwal Kajian

« Agt 2010 »
A S S R K J S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031
Ahad, 1 Agt 2010
05:00-06:00
Forum Silaturahim Majelis Taklim & Umaro
09:00-11:00
Tarhib Ramadhan Ciracas
Senin, 2 Agt 2010
12:00-13:00

Kajian Dzhuhur Pajak Pusat Gatot Soebroto
Selasa, 3 Agt 2010
12:00-13:00

Masjid Astra Sunter
Rabu, 4 Agt 2010
12:00-13:00
Astra Agro
Ramadhan dan Fiqih Puasa
Kamis, 5 Agt 2010
12:00-14:00
Kajian Rutin Bulanan
Dikusti Interaktif Fiqih Kontemporere
Jumat, 6 Agt 2010
12:00-13:00
Jumatan Babusssalam
17:00-18:00

Pasaraya Blok M
Sabtu, 7 Agt 2010
09:30-12:00
Kajian Alumni Rohis SMAN 3
13:00-14:00
Cerdas Cermat Islam Astra
19:30-10:00
Tarhib Ramadhan masjid Annur Jatiasih
Berpuasa seperti Rasulullah
Ahad, 8 Agt 2010
10:00-12:00
Pondok Melati
13:00-15:00
Pengajian Keluarga
Tarhib Ramadhan
Senin, 9 Agt 2010
12:00-13:30
Tarhib Ramadhan Bepeten
Sambut Ramadhan dengan suka cita
Selasa, 10 Agt 2010
12:00-13:00
A to Z Fiqih Ramadhan Menara Mulia
Rabu, 11 Agt 2010
12:00-13:00
Kajian Dzuhur Ramadhan
Ramadhan bersama Rasulullah
Kamis, 12 Agt 2010
12:00-13:00
Indosat Daan Mogot
Hadits-hadits Ramadhan
Jumat, 13 Agt 2010
12:00-13:00
Masjid Astra Agro
Fiqih
16:30-18:00
Solusi 247
19:00-20:00
Tarawih Masjid Mubasyirin
Sabtu, 14 Agt 2010
20:00-21:00
Kajian Malam Minggu Ramadhan
Beda Bid`ah dan Khilafiyah

Copyleft © 2009 | Situs Wakaf Pribadi Ust. Ahmad Sarwat, Lc