muka | cv | photo | video | places | 1649 | download | Quran | kampussyariah
Sebentar lagi buku serial Syariah & Kehidupan bisa didownload gratis di situs ini sebagai buku wakaf. Direncanakan akan terdiri dari 21 jilid versi PDF yang berisi soal tanya jawab tentang syariah Islam karya Ahmad Sarwat, Lc.

Anda juga dapat melakukan searching langsung untuk mendapatkan soal-jawab yang dibutuhkan disini :


judul
soal
jawaban
Atau anda bisa membaca berdasarkan 16 kategori yang tersedia :

  1. Aqidah [159]


  2. Quran [65]

  3. Hadits [83]

  4. Fiqih [44]

  5. Thaharah [78]

  6. Shalat [167]

  7. Zakat [46]

  8. Puasa [67]

  9. Haji [35]

  10. Muamalat [80]

  11. Nikah [169]

  12. Mawaris [79]

  13. Kuliner [64]

  14. Negara [84]

  15. Kontemporer [129]

  16. Umum [245]

About me 15 Ceramah 8 Fikrah 25 Syariah 13

Hukum Lelang
Sabtu, - 11:09:42 - 1334
Di dalam literatur fiqih, lelang dikenal dengan istilah muzayadah. Muzayadah sendiri berasal dari kata ziyadah yang artinya bertambah. Muzayadah berarti saling menambahi. Maksudnya, orang-orang saling menambahi harga tawar atas suatu barang.

Dan sebagaimana kita tahu, dalam prakteknya dalam sebuah penjualan lelang, penjual menawarkan barang di kepada beberapa calon pembeli. Kemudianpara calon pembeli itu saling mengajukan harga yang mereka inginkan. Sehingga terjadilah semacam saling tawar dengan suatu harga.

Penjual nanti akan menentukan siapa yang memang, dalam arti yang berhak menjadi pembeli. Biasanya pembeli yang ditetapkan adalah yang berani mengajukan harga tertinggi. Lalu terjadi akad dan pembeli tersebut mengambil barang dari penjual.

Hukum Lelang

Ada pendapat ulama yang membolehkan hukum lelang, tapi ada juga yang memakruhkannya. Hal itu karena memang ada beberapa sumber hukum yang berbeda. Ada hadits yang membolehkannya dan ada yang tidak membolehkannya.

1. Yang Membolehkan

Yang membolehkan lelang ini adalah jumhur (mayoritas ulama). Dasarnya adalah apa yang dilakukan langsung oleh Rasulullah SAW di masa beliau hidup. Ternyata beliau juga melakukan transaksi lelang dalam kehidupannya. Di antara hadits yang membolehkannya antara lain :

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَجُلًا مِنْ الْأَنْصَارِ جَاءَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْأَلُهُ فَقَالَ لَكَ فِي بَيْتِكَ شَيْءٌ قَالَ بَلَى حِلْسٌ نَلْبَسُ بَعْضَهُ وَنَبْسُطُ بَعْضَهُ وَقَدَحٌ نَشْرَبُ فِيهِ الْمَاءَ قَالَ ائْتِنِي بِهِمَا قَالَ فَأَتَاهُ بِهِمَا فَأَخَذَهُمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ ثُمَّ قَالَ مَنْ يَشْتَرِي هَذَيْنِ فَقَالَ رَجُلٌ أَنَا آخُذُهُمَا بِدِرْهَمٍ قَالَ مَنْ يَزِيدُ عَلَى دِرْهَمٍ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا قَالَ رَجُلٌ أَنَا آخُذُهُمَا بِدِرْهَمَيْنِ فَأَعْطَاهُمَا إِيَّاهُ وَأَخَذَ الدِّرْهَمَيْنِ فَأَعْطَاهُمَا الْأَنْصَارِيَّ



Dari Anas bin Malik ra bahwa ada seorang lelaki Anshar yang datang menemui Nabi saw dan dia meminta sesuatu kepada Nabi saw. Nabi saw bertanya kepadanya,”Apakah di rumahmu tidak ada sesuatu?” Lelaki itu menjawab,”Ada. Dua potong kain, yang satu dikenakan dan yang lain untuk alas duduk, serta cangkir untuk meminum air.” Nabi saw berkata,”Kalau begitu, bawalah kedua barang itu kepadaku.” Lelaki itu datang membawanya. Nabi saw bertanya, ”Siapa yang mau membeli barang ini?” Salah seorang sahabat beliau menjawab,”Saya mau membelinya dengan harga satu dirham.” Nabi saw bertanya lagi,”Ada yang mau membelinya dengan harga lebih mahal?” Nabi saw menawarkannya hingga dua atau tiga kali. Tiba-tiba salah seorang sahabat beliau berkata,”Aku mau membelinya dengan harga dua dirham.” Maka Nabi saw memberikan dua barang itu kepadanya dan beliau mengambil uang dua dirham itu dan memberikannya kepada lelaki Anshar tersebut…
(HR Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa`i, dan at-Tirmidzi)

Hadits ini menjadi dasar hukum dibolehkannya lelang dalam syariah Islam. Lantaran Nabi SAW sendiri mempraktekkannya. Sehingga tidak ada alasan untuk mengharamkannya.

Kebolehan transaksi lelang ini dikomentari oleh Ibnu Qudamah sebagai sesuatu yang sudah sampai ke level ijma` (tanpa ada yang menentang) di kalangan ulama.

2. Yang Memakruhkan

Namun ternyata ada juga ulama yang memakruhkan transaksi lelang. Di antaranya Ibrahim an-Nakha`i. Beliau memakruhkan jual beli lelang, lantaran ada dalil hadits dari Sufyan bin Wahab bahwa dia berkata,

سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم نهى عن بيع المزايدة

Aku mendengar Rasulullah saw melarang jual beli lelang. (HR Al-Bazzar).

Sedangkan Ibnu Sirin, Al-Hasan Al-Basri, Al-Auza`i, Ishaq bin Rahawaih, memakruhkannya juga, bila yang dilelang itu bukan rampasan perang atau harta warisan. Maksudnya, kalau harta rampasan perang atau warisan itu hukumnya boleh. Sedangkan selain keduanya, hukumnya tidak boleh atau makruh.

Dasarnya adalah hadits berikut ini :

عن ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا : نَهَى رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَبِيعَ أَحَدُكُمْ عَلَى بَيْعِ أَحَدٍ حَتَّى يَذَرَ إِلاَّ الْغَنَائِمَ وَالْمَوَارِيثَ

Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAw melarang seseorang di antara kalian membeli sesuatu yang sedang dibeli oleh saudaranya hingga dia meninggalkannya, kecuali rampasan perang dan waris.

Sayangnya, banyak yang mengkritik bahwa keuda hadits di atas kurang kuat. Dalam hadits yang pertama terdapat perawi bernama Ibnu Luhai’ah dan dia adalah seorang rawi yang lemah (dha`if). Sedangkan hadits yang kedua, Ibnu Hajar Al-Asqalani mengatakan hadits itu dhaif. (Lihat Fathulbari 4 : 354)

Untuk itu, menurut jumhur ulama, kesimpulannya masalah lelang ini dibolehkan, asalkan memang benar-benar seperti yang terjadi di masa Rasulullah SAW. Artinya, lelang ini tidak bercampur dengan penipuan, atau bercampur dengan trik-trik yang memang dilarang.

Wallahu a`lam bishshawab, wassalamu`alaikum wr wb.

Ahmad Sarwat, Lc

terkait

sebelumnya





Kirim Undangan

Jadwal Kajian

« Agt 2010 »
A S S R K J S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031
Ahad, 1 Agt 2010
05:00-06:00
Forum Silaturahim Majelis Taklim & Umaro
09:00-11:00
Tarhib Ramadhan Ciracas
Senin, 2 Agt 2010
12:00-13:00

Kajian Dzhuhur Pajak Pusat Gatot Soebroto
Selasa, 3 Agt 2010
12:00-13:00

Masjid Astra Sunter
Rabu, 4 Agt 2010
12:00-13:00
Astra Agro
Ramadhan dan Fiqih Puasa
Kamis, 5 Agt 2010
12:00-14:00
Kajian Rutin Bulanan
Dikusti Interaktif Fiqih Kontemporere
Jumat, 6 Agt 2010
12:00-13:00
Jumatan Babusssalam
17:00-18:00

Pasaraya Blok M
Sabtu, 7 Agt 2010
09:30-12:00
Kajian Alumni Rohis SMAN 3
13:00-14:00
Cerdas Cermat Islam Astra
19:30-10:00
Tarhib Ramadhan masjid Annur Jatiasih
Berpuasa seperti Rasulullah
Ahad, 8 Agt 2010
10:00-12:00
Pondok Melati
13:00-15:00
Pengajian Keluarga
Tarhib Ramadhan
Senin, 9 Agt 2010
12:00-13:30
Tarhib Ramadhan Bepeten
Sambut Ramadhan dengan suka cita
Selasa, 10 Agt 2010
12:00-13:00
A to Z Fiqih Ramadhan Menara Mulia
Rabu, 11 Agt 2010
12:00-13:00
Kajian Dzuhur Ramadhan
Ramadhan bersama Rasulullah
Kamis, 12 Agt 2010
12:00-13:00
Indosat Daan Mogot
Hadits-hadits Ramadhan
Jumat, 13 Agt 2010
12:00-13:00
Masjid Astra Agro
Fiqih
16:30-18:00
Solusi 247
19:00-20:00
Tarawih Masjid Mubasyirin
Sabtu, 14 Agt 2010
20:00-21:00
Kajian Malam Minggu Ramadhan
Beda Bid`ah dan Khilafiyah
Senin, 16 Agt 2010
12:00-13:00
Astra
Selasa, 17 Agt 2010
15:00-17:00
Pesantren Keluarga Ramadhan
Membentuk keluarga sakinah melalui ramadhan

Copyleft © 2009 | Situs Wakaf Pribadi Ust. Ahmad Sarwat, Lc